Jaringan Museum

 

MUSEUM AFFANDI


Gedung Museum Affandi tampak dari luar.

Museum Seni Lukis milik pelukis legendaris yang bertaraf internasional ini terletak di Jalan Laksda Adisucipto 167 kode pos 55281, tepatnya di sebelah barat Sungai Gajah Wong dan sebelah utara Fakultas Ushuludin IAIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Dengan gedung yang bernuansa arsitertur unik, museum ini memiliki nomor telpon dan faks (0274) 562593 dengan e-mail musff@yogya.wasantara.net.id. Saat ini Museum Affandi dipimpin oleh Bapak Juki Affandi. Status Museum Affandi adalah museum swasta dan jenis museumnya adalah museum khusus, yakni seputar koleksi pelukis kondang Affandi dan kehidupannya.

Riwayat Berdirinya Museum Affandi

Museum Affandi pertama kali dirintis oleh Affandi. Museum itu digunakan untuk ruang pameran bagi sejumlah hasil karya lukisan Affandi. Pembangunan gedung galeri pertama selesai tahun 1962. Bangunan galeri kedua diresmikan oleh Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra pada tahun 1974. Pada tahun 1987 Presiden Soeharto memberikan bantuan yang berupa pendirian sebuah bangunan galeri baru. Bangunan galeri itu diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hasan pada tanggal 9 Juni 1988.

Museum Affandi dikelola oleh Yayasan Affandi sejak tanggal 24 September 1984. Kemudian pada tahun 1997 Yayasan Affandi membangun sebuah galeri yang ketiga untuk melengkapi fasilitas dan sarana pendukung lainnya, yaitu di lantai satu digunakan untuk ruang pamer, di lantai dua digunakan untuk perkantoran, ruang restorasi lukisan, dan ruang dasar/basement dipergunakan untuk gudang lukisan serta bangunan menara. Di samping bagian bangunan menara digunakan untuk melihat Sungai Gajah Wong dan jalan raya. Bangunan galeri ketiga diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X pada tanggal 18 Mei 2000.

Bangunan


Salah satu panggung menara yang terdapat
di museum Affandi.

Kompleks bangunan Museum Affandi menempati areal tanah 3.500 km2, di tepi barat Sungai Gajah Wong. Letak museum sangat strategis, karena merupakan salah satu kompleks museum seni lukis yang ada di Yogyakarta terletak di jalan utama yang menghubungkan kota budaya Yogyakarta dan kota budaya Surakarta.

Bagian dari kompleks Museum Affandi terdapat rumah tinggal Affandi dan keluarganya yang berbentuk rumah panggung. Komponen bangunan seluruhnya terbuat dari kayu, atap dari sirap yang membentuk sebuah pelapah daun pisang. Bangunan lain yang terdapat di kompleks Museum Affandi merupakan bangunan pelengkap yang dahulu difungsikan oleh Affandi untuk kediaman keluarga yang meliputi ruang konservasi lukisan, storage, guesthouse, dan lain sebagainya.

Tempat peristirahatan terakhir Affandi telah dipilih tempat pemakamannya di antara dua bangunan galeri pertama dan kedua, yang dikelilingi oleh berbagai tanaman mawar. Affandi meninggal pada tanggal 23 Mei 1990 dan istrinya Maryati meninggal pada tanggal 26 Mei 1991.

Koleksi

Semasa hidupnya Affandi di samping mengoleksi hasil karya lukisannya juga mengoleksi hasil karya seniman lain, di antaranya Basuki Abdullah, S. Sudjojono, Rendra, Popo Iskandar, Barli, Wahdi, dan Bagong Kussudiardja baik berupa karya lukis, pahat, maupun patung.

Koleksi lukisan Affandi yang tersimpan saat ini berkisar 300 buah, koleksi lukisan itu dipamerkan secara berkala dan bergantian di galerinya. Di dalam gedung galeri yang pertama dipamerkan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari awal hingga akhir masa hidupnya. Lukisan tersebut terdiri atas sketsa-sketsa di atas kertas, lukisan cat air, pastel dan cat minyak di atas kanvas. Selain itu, terdapat dua buah patung potret diri Affandi yang terbuat dari tanah liat dan semen, sebuah reproduksi patung karyanya berupa potret dirinya bersama putrinya, Kartika dan yang asli menjadi koleksi Taman Siswa, Jakarta. Selain itu, terdapat koleksi mobil Gallant Mitsubishi GTO tahun 1975.

Mobil itu merupakan mobil favorit Affandi sebagai sarana transportasi selama melukis. Juga, sebuah sepeda reliegh tahun 1975 ikut dipamerkan untuk melengkapi ruang pamer tersebut. Galeri kedua, pada lantai pertama digunakan untuk ruang pamer hasil karya Affandi dan lantai kedua terdapat beberapa reproduksi di atas kertas dan kanvas. Galeri ketiga, pada lantai pertama digunakan untuk ruang pamer keluarga Affandi di antaranya Maryati Affandi, Kartika, dan Rukmini.


Koleksi Lukisan Affandi di salah satu ruang pamer.

Jam Kerja/Buka

Mueum Affandi setiap hari buka kecuali pada hari besar nasional.

Hari Jam Buka (WIB)
Minggu s/d Jumat 09.00 - 16.00
Sabtu 09.00 - 13.00


Lukisan dengan judul "Potret Diri Menghisap Pipa" dibuat tahun 1977.

Biaya Masuk

Kontribusi untuk masuk ke Museum Affandi dikategorikan sebagai berikut:

Jenis Tarip
Pengunjung domestik Rp 2.500,- / orang
Pengunjung asing Rp 5.000,- / orang
Tiket Photography Rp 2.500,- / kamera
Tiket Video shooting Rp 10.000,- / kamera
Berenang Rp 2.000,- / orang

Bagi rombongan umum mendapat diskon 10 % dengan cacatan rombongan lebih dari 20 orang. Bagi rombongan mahasiswa/pelajar mendapatkan diskon 25 %, sama dengan di atas, rombongan lebih dari 20 orang.


Lukisan dengan judul "Bunga Matahari" dibuat tahun 1982.

Fasilitas Umum

  • Ruang Galeri II dan III untuk masyarakat umum, sering digunakan untuk acara Pameran Kesenian, Konferensi, Sarasehan, dan lain-lain.
  • Souvenir Shop, menampilkan dan menjual cindera mata khas Museum Affandi, Yogyakarta dan Bali.
  • Sanggar lukis anak-anak "Sanggar Lukis Gajah Wong".
  • Kolam Renang.
  • Perpustakaan.
  • Kafe Loteng.
  • Areal Parkir kendaraan dan keamanan.
  • Musholla dan WC Umum.
  • Apabila ada permintaan, kami menyediakan pemutaran video yang berdurasi sekitar 45 menit tentang profil "Affandi".


Lukisan dengan judul "Adu Jago" dibuat tahun 1968.

Sumber Informasi:

  • Bejo Haryono, dkk. 2000. Panduan Museum-Museum Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Depdiknas Propinsi DIY.
  • Juki Affandi, Narasumber Museum Affandi.