Klangenan

UPACARA KIRAP JODANG KUPATAN JALASUTRA
(1)

Upacara Merti Dusun Kirab Jodang Kupatan Jalasutra telah berlangsung di Lapangan SD Jalasutra, Srimulya, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, pada Senin Legi, 27 Agustus 2007. Upacara ini diikuti oleh 6 padukuhan, yakni Padukuhan Jalasutra, Jasem, Prayan, Ngelosari, Kaligatuk, dan Pandeyan Kalurahan Srimulya, Kecamatan Piyungan, Bantul. Masing-masing padukuhan ini mempersembahkan 4 buah jodang yang di dalamnya diisi berbagai jenis makanan, di antaranya adalah nasi kuning, nasi gurih, ketupat, sayur mayur, aneka kue kering, palawija, dan buah-buahan.

Ketupat menjadi makanan yang tidak boleh ketinggalan dalam acara perarakan ini. Padukuhan Jalasutra secara khusus membawa satu replika ketupat dengan ukuran sekitar 1 m x 1 m dengan ketebalan sekitar 30-an sentimeter. Di samping itu, Padukuhan Jalasutra juga mempersembahkan ketupat asli dengan ukuran 30 Cm x 30 Cm dengan ketebalan sekitar 15 Cm.

Sambutan selamat datang disampaikan oleh Camat Piyungan. Dalam sambutannya itu dinyatakan bahwa sebaiknya acara kirab jodang di Jalasutra ini jangan hanya berhenti sebagai seremonial saja, tetapi dapat dihayati dan dinikmati. Kecuali itu Camat Piyungan juga berharap agar acara tersebut dapat menjadi wujud rasa syukur terhadap Tuhan, dapat sebagai sarana melestarikan budaya gotong royong, sebagai sarana untuk mendoakan arwah Ki Cakrajaya, mendoakan para pamong praja Bantul serta seluruh masyarakat Bantul, dan sarana mohon berkah dari Tuhan.

Pada kesempatan tersebut Ketua Panitia Kirab Jodhang Kupatan Jalasutra, Sunanto, SE menyatakan bahwa sebelum acara inti berupa kirab jodang itu, sejak 23 Agustus di tempat yang sama telah berlangsung aneka macam kegiatan. Di antaranya adalah pasar malam, pengajian, pentas kesenian, dan olah raga. Sunanto juga menyatakan bahwa sumber dana untuk penyelenggaraan kirab jodang itu mayoritas berasal dari warga masyarakat dan sedikit bantuan dari pemerintah.

Lurah Srimulya yang diwakili oleh Kesra, mengharapkan daerah ini dapat diakses dengan mudah dari luar. Untuk itu pembangunan berupa prasarana jalan yang bagus menjadi satu hal yang penting. Beliau juga mengharapkan agar Jalasutra yang rutin mengadakan Upacara Kirab Jodang setiap bulan Sapar pada hari Senin Legi itu dapat dijadikan aset wisata yang untuk ke depannya semakin mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sekaligus memberdayakan SDM atau seluruh komponen masyarakatnya.

Ir. Bambang Sugiantoro selaku Kasubdin Pariwisata yang mewakili Bupati Bantul, Drs. H. Idham Samawi menyampaikan kepada masyarakat di Jalasutra bahwa Bupati Bantul menyatakan sangat mengapresiasi acara yang berlangsung di Jalasutra ini. Bupati Bantul juga berpesan agar acara kirab jodhang itu terus dilestarikan dan dikembangkan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat kawasan Jalasutra sendiri..

Diharapkan acara Kirab Jodang Kupatan Jalasutra itu menjadi salah satu upaya bagi tercapainya ketahanan budaya. Ketahanan budaya ini penting untuk meningkatkan dan mengembangkan jati diri bangsa (national character building). Selain itu ketahanan budaya penting untuk menyaring pengaruh globalisasi-informasi supaya generasi muda tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa, bangsa Indonesia. Sebab bangsa yang tidak mempunyai kebudayaan adalah bangsa yang tidak mempunyai jati diri. Bangsa yang tidak mempunyai jati diri seperti makhluk yang tidak memiliki jiwa. Kosong. Kering.

Bersambung