|
Djogdja Tempo Doeloe
- Malioboro
tahun 1936 dan 1949
Malioboro
yang menjadi salah satu simbol bagi Yogyakarta telah mengalami banyak
perubahan. Melihat malioboro sekarang menunjuk kemajuan yang ada
mungkin membuat orang kagum, setidaknya dari segi fisik. Namun mengurangi
suasana yang pada waktu dulu mungkin pernah ada, misalnya keteduhan
sepanjang jalan kawasan malioboro. Meskipun malioboro menjadi tempat
dagang (dulu maupun kini), tetapi ada suasana lain yang tidak bisa
ditemui ditempat lain, setidakya ada sentuhan kultural. Namun malioboro
sekarang sepenuhnya adalah untuk kepentingan niaga. Bukan persoalan
benar atau salah, tetapi orang segera tahu, bahwa malioboro telah
berubah. Foto malioboro tahun 1936, yang diambil dari tugu teteg
(tugu kereta api) setidaknya bisa menunjukan perubahan teteg dulu
dan sekarang, dan ini artinya tugu teteg dan sekitarnya telah mengalami
banyak perubahan. Apalagi jika melihat malioboro tahun 1949, di
mana republik Indonesia belum lama merdeka, malioboro telah mengalami
perubahan, padahal hanya selisih 13 tahun. Dua foto malioboro "tempo
doeloe" setidaknya bisa membuka ingatan masa silam menyangkut
malioboro dan menaruhnya pada realitas malioboro sekarang. Perubahan
akan segera bisa dilihat.

Malioboro
pada tahun 1936

Malioboro
pada tahun 1949
|