KABAR ANYAR

UJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBI

UJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBISabtu, 30 Juli 2011 Tembi Dance Company yang membawahi Sanggar Tari Anak Tembi dan berada di bawah naungan lembaga Tembi Rumah Budaya baru saja menyelenggarakan Ujian Tari Periode ke-3. Ujian ini diikuti oleh 30 peserta (anak-anak dan remaja). Sementara itu 15 anak yang lain karena berbagai alasan tidak bisa mengikuti ujian tersebut. Ujian itu sendiri diadakan setiap satu semester (6 bulan) sekali.

Sanggar Tari Anak Tembi sendiri telah berdiri pada tahun 2009. Untuk mengikuti atau belajar tari pada Sanggar Tari Anak Tembi siswa dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp 10.000,-. Sedangkan untuk SPP atau iuran bulanannya adalah Rp 9.000,-. Ketika baru saja didirikan STAT akan menggratiskan biaya kursus atau latihan tari tersUJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBIebut. Akan tetapi penggratisan justru dipandang sebagai sesuatu yang kurang mendidik sekaligus mengakibatkan anak-anak yang mengikuti kursus seperti tidak punya ikatan apa-apa dengan STAT. Jika hal demikian diberlakukan, maka kemungkinan besar rasa memiliki pada STAT dalam diri anak-anak dan keluarganya mungkin justru akan melemah atau bahkan tidak ada. Oleh karena itu pada awal kegiatannya STAT menarik iuran sebesar Rp 6.300,- per bulannya. Hal itu tentu merupakan ongkos yang amat sangat murah sekali mengingat biaya kursus tari di luar STAT sudah relatif jauh lebih besar.

Ujian periode ke-3 ini mengujikan 3 jenis tari, yakni Tari Bebek, Tari Prajurit, dan UJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBITari Payung. Tari Bebek merupakan jenis tari yang diciptakan oleh pelatih tari STAT, Kinanti Sekar Rahina. Tari Prajurit adalah tarian yang diciptakan oleh Made Dyah Agustina. Sedangkan Tari Payung adalah tarian yang diciptakan oleh Cempaka Mila Rosinta. Tari Bebek dan Tari Prajurit lebih ditujukan untuk anak-anak pra remaja, sedangkan Tari Payung lebih ditujukan untuk anak-anak yang menginjak remaja.

Tari Bebek adalah tari yang menggambarkan gerak dan tingkah polah bebek yang lucu. Tari Prajurit menggambarkan pola gerak-gerik prajurit yang gagah dan berwibawa. Sementara itu Tari Payung menggambarkan kecantikan, kelincahan, dan kekenesan gerak dunia remaja putri.

Kinanti Sekar Rahina adalah salah satu pelatih STAT yaUJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBIng merupakan mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Tari. Ia telah sering mengikuti kegiatan kesenian serta ikut sebagai salah satu anggota rombongan kesenian dari ISI ke berbagai wilayah di Indonesia.

Made Dyah Agustina adalah salah satu pelatih STAT dan merupakan sarjana lulusa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Tari. Sejak kecil ia telah banyak belajar seni tari Bali. Menginjak dewasa ia juga mempelajari tari klasik Jawa gaya Yogyakarta serta tarian tradisional Nusantara lainnya. Made Dyah Agustina lah yang bertanggung jawab terhadap Sanggar Tari Anak Tembi (STAT).

Cempaka Mila Rosinta adalah salah satu pelatih STAT dan merupakan mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Tari. Mila juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan kesenian baik di Yogyakarta maupUJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBIun di kota-kota lain di Indonesia. Bahkan juga ke luar negeri.

Ujian tari sekaligus pentas di Pendapa Tembi Rumah Budaya itu bagi anak-anak merupakan ajang unjuk gigi sekaligus pendadaran. Reaksi yang ada pada anak-anak itu memang bermacam-macam. Ada yang kelihatan agak tegang, ada yang enjoy-enjoy saja, ada yang serius, ada yang merasa tidak terbebani. Bahkan anak-anak yang tampil itu ada yang menari sambil setengah melamun. Ada juga yang menari sambil menggaruk-garuk hidungnya yang gatal. Demikianlah, namanya juga anak-anak. Dalam hal demikian justru kelihatan lucunya. Kelihatan dunia asli anak-anaknya. Sekalipun demikian, banyak juga yang tampil demikian luwes dan kelihatan sangat menghayati peran tari yang dibawakannya. Inilah hal yang mengharukan sekaligus membanggakan.UJIAN TARI PERIODE KE-3 SANGGAR ANAK TEMBI

Ujian itu sendiri menguji pada materi inti/dasar dunia tari yakni hafalan, ekspresi, irama, dan gerak. Dilihat dari sisi-sisi itu memang ada anak yang belum sangat hafal. Ada juga yang hafal sekali. Ada yang geraknya kurang sesuai irama, ada yang kurang ekspresif. Demikianlah, semua ada plus minusnya. Akan tetapi semua itu justru merupakan tantangan untuk maju dan berkembang.

Apa pun yang terjadi setidaknya STAT pernah mendapatkan penghargaan dalam lomba tari yang diadakan oleh Jogja TV. Pernah pula masuk ke babak final dalam lomba tari dalam acara Pekan Pendidikan Nasional. Pernah pula ikut menyemarakkan Festival Ank Indonesia se Jawa Tengah. Pernah pula meraih juara II dalam lomba tari di Polres Sleman. Selain itu pernah pula ikut menyemarakkan pentas tari di TK Sinar Putih serta SD Timbulharjo. Maju terus untuk Sanggar Tari Anak Tembi.

a.sartono