KABAR ANYAR

PAMERAN LUKISAN 'NIGHT WITH US' DI ARS LONGA

Seperti malam yang berselimut gelap, demikian pula warna dalam pameran lukisan dan gambar di Ars Longa, ‘Night with Us’. Tajuk ini sebenarnya dimaksudkan harafiah, yakni rangkaian acara film, musik, sastra selama lima malam, 14-18 Maret. Sementara pameran lukisan dan gambarnya berlangsung sejak 14 hingga 22 Maret, yang oleh penyelenggara disebut sebagai ‘Karya Dua Dimensional’.

Tapi tak bisa dipungkiri lukisan dan gambar yang dipamerkan serba muram dan murung laiknya malam. Bahkan sesosok figur kartun yang tengah tersenyum lebar pun bertempelan bungkus Alprazolam di hidung dan kedua matanya. Alprazolam adalah obat penenang, anti depresan yang adiktif, menyebabkan kecanduan. Karya Galang Nuari berjudul ‘Alprazolam Boy’ ini mengekspresikan kebahagiaan orang yang sedang ‘fly’. Garis matanya berlekuk-lekuk, pandangannya tertutup bungkus obat. Sepatunya bertuliskan ‘rasis’. Maka senyum itu menjadi ironi yang pahit.

Pameran ini banyak menampilkan sosok manusia. Dalam karya Ekki BP ‘Menuju Pembebasan’ sesosok pria merah yang dihinggapi sebaris burung-burung gagak hitam tampak berjuang untuk menyeberangi batas meski darah hitam mengucur dari tubuhnya. Karya Enjun Junaidi Atar ‘Mesin Uang’ menggambarkan selembar kartu kredit keluar melalui mulut mengerut dari sebuah topeng. Mata bolongnya yang berwarna merah, yang merupakan warna dasar, menyorongkan kemarahan dan kepedihan, bukan kegembiraan sebagaimana terkandung juga dalam warna merah. Terasa keberlimpahan materi yang semu dan menekan.

Yang paling menarik adalah tujuh panel karya Herry Sudiono ‘Keberangkatan’ dimana kesuraman diekspresikan dalam berbagai imaji bentuk. Seekor anjing berbaring di atas kepala yang menunduk, yang disatukan dengan guratan-guratan kasar. Kepingan-kepingan kayu yang membentuk wajah tirus dengan kepala berbentuk V. Wajah dengan banyak mata dan telinga cungkup berlapis-lapis. Selebaran-selebaran orang hilang yang membentuk seekor kuda keberatan beban.

Demikian pula ‘You and Me’nya Rudi Wuryoko dimana dua kepala yang saling membelakangi tapi leher mereka terlilit satu sama lain. Mata mereka yang hitam penuh serta desiran garis-garis mengentalkan kemuraman itu.

Lantas kumpulan manusia yang menunduk namun dengan nyala api di dada mereka. ‘Nuansa Kegelapan’ Dwi Martono ini bergradasi warna kuning kehitaman tanpa garis batas yang mengentalkan kesunyian.

Lukisan yang terasa kuat gregetnya adalah ‘Conation’ karya Harlen. Plototan cat .dibiarkan menonjol di tengah warna kuning..

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara pementasan selama lima malam di Ars Longa. Dimulai dari musikalisasi puisi, pemutaran film animasi dan dokumenter (tentang penggubah wayang Ki Sukaman) sampai pembacaan cerpen.

a. barata