KABAR ANYAR

HUTAN UGM SITUS HIJAU DI TENGAH KOTA

Huttan UGM barangkali merupakan salah satu sisa kawasan hijau di tengah kota. Salah satu benteng bagi keberlangsungan hidup aneka tanaman. Akan tetapi benteng hijau ini tampaknya juga harus “berkelahi” dengan bertumbuhannya aneka bangunan di lingkungan Kampus Biru. Ia juga harus berkelahi dengan sampah nonorganik.

Meskipun demikian, hutan di kawasan UGM yang lebih tepatnya berada di sisi utara Kampus Fakultas Kehutanan, dan di sisi barat Kampus Fakultas Biologi UGM masih bisa memberikan kesegaran dan pemandangan hijaunya. Hutan yang dibuat, ditumbuhkan selama puluhan tahun itu ternyata kini memberikan kemanfaatan yang besar. Di samping dapat dijadikan laboratorium kehutanan (tanaman), tempat ini juga bisa memberikan kontribusi nyata bagi kesegaran udara di kawasan itu. Juga memberikan keteduhan di kawasan itu. Memberikan kesejukan pemandangan. Polutan dari asap kendaraan yang setiap detik menyembur dari knalpot pun sedikut banyak diserap oleh keberadaan hutan itu.

Pada tahun-tahun terakhir (2004 sampai sekarang) hutan bikinan akademisi UGM ini ternyata telah mampu mengundang burung-burung kuntul dan blekok untuk menghuninya. Mereka bahkan beranak pinak di kawasan hutan itu. Pohon-pohon besar yang menjulang tinggilah yang mereka jadikan pemukiman.

Di samping burung-burung berukuran relatif besar seperti kuntul dan blekok itu, tentu saja hutan ini juga menjadi habitat yang menyenangkan bagi makhluk hidup lain seperti burung-burung dalam ukuran yang relatif lebih kecil, serangga, ulat, jamur, cacing, dan sebagainya.

Dalam perkembangan ke depan, mungkinkah hutan ini akan terus lestari. Sebaiknya memang demikian. Akan tetapi desakan berbagai kepentingan bisa saja menjadikan kawasan hutan ini menjadi hilang dari persada Kampus UGM. Penjagaan untuknya kiranya menjadi upaya melestarian kawasan ini. Jika hutan ini tetap lestari bukan hanya para mahasiswa, peneliti, dan dosen saja yang bisa ikut memanfaatkannya. Namun masyarakat di sekitarnya dapat juga memanfaatkannya. Setidaknya udara bersih dan keteduhannya dapat memberikan andil bagi kesehatan warga di sekitarnya (meskipun hanya sedikit).

Tampaknya pemekaran pemukiman, sarana transportasi, areal bisnis, dan sebagainya seringkali menggusur kawasan-kawasan hijau dan kawasan-kawasan subur. Mungkin perlu terus dipikirkan tentang bagaimana sebaiknya mengatur kawasan pemukiman, jalan, areal bisnis dan seterusnya dengan penataan keseimbangan lingkungan. Jika tidak, maka lingkungan kita akan semakin rusak, tidak sehat, dan tidak lagi nyaman dihuni.

Foto: Sartono
Redaksi Tembi