KABAR ANYAR
PEYEK
JINGKING MAKANAN KHAS BANTUL YANG NYARIS DILUPAKAN
Bantul, yakni sebuah kabupaten di wilayah Propinsi DIY memiliki makanan khas yaitu geplak dan adrem. Geplak merupakan makanan yang terbuat dari komponen tepung beras ketan, kelapa, dan gula pasir/gula merah. Makanan yang berasa manis gurih ini memiliki daya atahan atau keawetan cukup baik sekalipun tanpa dicampuri bahan pengawet. Geplak ini biasanya dibuat dalam bentuk bulat atau lonjong. Sedangkan adrem adalah jenis makanan yang dibuat dengan bahan dasar tepung beras, santan, dan gula. Adrem juga memiliki rasa manis dan sedikit gurih.
Kecuali kedua jenis makanan di atas Bantul sebenarnya juga memiliki makanan khas lain yang tidak bisa didapatkan di daerah lain, yakni rempeyek jingking dan undur-undur. Makanan jenis ini hanya bisa didapatkan di Bantul. Itu pun harus dicari di kawasan pantai, terutama pantai Parangtritis.
Jenis makanan ini juga nyaris tidak bisa didapatkan di kios atau warung-warung karena hampir 90 prosen makanan jenis ini dijajakan dengan cara asongan di sepanjang garis pantai Laut Selatan Bantul. Jadi, untuk mendapatkan makanan jenis ini orang harus mencari penjualnya di pantai sebab penjual makanan jenis ini untuk saat ini semakin sulit ditemukan.
Hal tersebut berkait erat dengan semakin sulitnya orang mendapatkan bahan baku peyek jingking, yakni binatang Jingking itu sendiri. Jingking adalah jenis binatang (hexapoda) yang hidup di pantai berpasir. Sumber setempat mengatakan bahwa jingking adalah anak kepiting pantai atau bayi kepiting yang besaran tubuhnya baru seukuran kacang hijau. Jadi, ketika binatang ini digoreng dalam adonan peyek wujudnya seperti peyek kacang kedelai.
Sedangkan undur-undur adalah binatang jenis udang-udangan yang juga termasuk hexapoda dengan tubuh sebesar ibu jari. Binatang ini mempunyai kulit punggung yang agak keras seperti kepiting. Namun daging binatang ini gurih dan putih kemerahan seperti daging udah atau kepiting. Rasa daging dari binatang ini juga gurih dan sedikit kenyal (persis daging udang).
Biasanya undur-undur diolah dengan cara dibuat rempeyek, digoreng seperti kacang bawang, atau dioseng-oseng. Undur-undur bisa diolah tanpa tepung karena bentuknya yang relatif besar dibandingkan jingking yang hanya sebesar kacang hijau. Jadi undur-undur bisa digoreng lepas seperti kacang mete atau kacang tanah.
Sesungguhnya jenis makanan khas keluarab Bantul ini bisa dikemas menjadi semenarik rempeyek kacang, gorengan mete, slondok, atau jenis kletikan lain yang selama ini sudah populer. Jika hal ini bisa dilakukan, bukan tidak mungkin kekayaan boga Bantul akan semakin bertambah. Kecuali itu, jika hal itu bisa dilakukan pendapatan masyarakat baik itu nelayan, perajin peyek, maupun penjual, dan toko makanan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Jika Anda mengunjungi pantai selatan atau Laut Kidul di kawasan Bantul, tidak ada jeleknya Anda mencoba menikmati peyek jingking atau undur-undur. Untuk 4 keping peyek undur-undur atau jingking biasanya dihargai sekitar 2.500-3.000 rupiah.
Redaksi Tembi
Foto: Sartono
Difoto akhir Maret 2007