|
Bothekan
THENGUK-THENGUK NEMU KETHUK
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti duduk-duduk (hanya bersantai)
tiba-tiba mendapatkan ketuk (jenis alat musik dalam gamelan Jawa).
Thenguk-thenguk dapat juga
diartikan sebagai bentuk kemalasan, menganggur, dan hanya mengisi
waktu. Sedangkan kethuk adalah salah satu bagian alat musik yang
menjadi satu rangkaian dengan kenong. Bentuk kethuk menyerupai gong
atau kempul dalam ukuran yang lebih kecil. Jenis alat musik ini
terbuat dari logam (besi atau perunggu). Kethuk memiliki harga yang
relative tinggi. Harga kethuk yang terbuat dari loga perunggu dalam
ukuran dan kualitas standar bisa mencapai Rp 3.000.000,-. Jadi jika
ada orang thenguk-thenguk saja lalu mendapatkan kethuk begitu saja
ini berarti orang yang bersangkutan mendapatkan rejeki besar tanpa
perlu melakukan jerih payah apa pun.
Pepatah ini biasanya juga
digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak melakukan kerja apa
pun namun tiba-tiba mendapatkan rejeki besar begitu saja. Bisa saja
orang yang bersangkutan tiba-tiba mendapatkan warisan, hibah,
hadiah, dan seterusnya.
a.sartono |