|
Bothekan
DUDUTAN LAN ANCULAN
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti tali untuk menggerakkan
boneka/orang-orangan/memedi sawah dan anculan (memedi sawah). Jadi,
pepatah tersebut menyebutkan tentang hubungan antara boneka (memedi
sawah) dengan tali penggeraknya yang biasanya dihubungkan hingga
gubuk sebagai pos jaga petani. Boneka atau memedi sawah yang pada
masa lalu dibuat dari rangkaian bambu, kelapa kering (cumplung), dan
jerami serta diberi pakaian bekas milik petani tersebut biasanya
bisa digerak-gerakkan dengan menarik tali (dudutan) dari gubuk.
Dengan demikian, burung pemakan padi pun akan takut untuk mendekati
tanaman padi.
Secara lebih luas pepatah
dudutan lan anculan sebenarnya ingin menyatakan tentang dua orang
yang sudah bersepakat atau saling sepaham untuk menjahati orang
lain. Misalnya ada tiga orang berbincang, dua orang lainnya sepakat
(dengan diam-diam) untuk mencelakai, membohongi, memperdayakan,
mempermalukan lawan bicara yang lain.
Dudutan lan anculan lebih
mengacu kepada pengertian kesepakatan (jahat) antara dua atau lebih
orang untuk melakukan sesuatu (biasanya yang merugikan orang lain).
Kesepakatan diam-diam ini biasanya dilakukan dengan cara-cara atau
isyarat-isyarat rahasia yang hanya dimengerti oleh orang dan teman
orang yang bersangkutan.
a.sartono |