|
Bothekan
KAYA BATHANG UCAP-UCAP
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti seperti bangkai/mayat
berkata-kata. Bangkai atau mayat tentu saja tidak mungkin
berkata-kata (berbicara).
Pepatah ini sebenarnya ingin
menggambarkan atau menyatakan tentang dua orang yang berajalan
bersama-sama di tempat yang sangat berbahaya. Sehingga jika salah
satunya tewas atau meninggal, maka orang yang satunya lagi yang akan
berucap atau mengabarkan tentang peristiwa itu. Dengan demikian,
bukan mayat itu sendiri yang berucap, namun temannyalah yang
berucap. Ia berucap sambil membawa/menunggui mayat sehingga
digambarkan seperti mayat itu sendirilah yang bicara (yang
membutuhkan orang lain utnuk berucap/berkabar).
a.sartono |