|
Bothekan
KAYA KETETESAN BANYU SEWINDU
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah dapat diartikan sebagai seperti
tertetesi (ketetesan) air sewindu.
Air yang telah tersimpan
lama yang pada zaman dulu umumnya disimpan di dalam bejana terbuat
dari gerabah akan terasa sangat dingin sekalipun dinginnya tidak
seperti dinginnya air es atau e situ sendiri. Air yang tersimpan
lama di dalam bejana umumnya akan terasa dingin menyejukkan.
Sementara es atau air es terasa dingin namun dinginnya memberikan
kesan kejut yang tajam. Berbeda dengan air yang disimpan di dalam
bejana gerabah yang kesan kejut dinginnya terasa lebih lembut dan
memberikan ketenangan.
Orang yang ketetesan atau
meminum beberapa teguk air yang tersimpan lama dalam bejana gerabah
(yang diibaratkan tersimpan selama sewindu) akan merasakan betapa
sejuknya air tersebut. Betapa memberikan efek relaksasi yang nyata.
Memberikan ketenangan dan kenyamanan.
Pepatah kaya ketetesan banyu
sewindu ingin menyatakan tentang rasa tenang, ayem tentrem, nyaman,
bahagia, dan sebagainya karena orang tersebut mendapatkan kabar
gembira yang tidak pernah disangka-sangkanya. Kabar gembira itu bisa
berupa kenaikan gaji setelah begitu tekun dan lama orang tersebut
bekerja namun upah yang diterimanya hanya sebegitu saja. Bisa juga
ada seorang yang hidup miskin tiba-tiba mendapatkan lotere dalam
nilai besar. Bisa terjadi juga orang tua yang selalu memikirkan
nasib anaknya yang menjadi pengangguran tiba-tiba diangkat menjadi
PNS, dan sebagainya.
a.sartono |