|
Bothekan
DICUTHAT KAYA CACING
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti disingkirkan seperti cacing.
Istilah dicuthat sebenarnya
mengandung pengertian sebagai aktivitas menyingkirkan sesuatu dengan
cara dijentikkan dengan jari, ranting, atau batang kayu sehingga
benda yang dicuthat tersebut akan terlempar jauh-jauh. Benda atau
sesuatu yang dicuthat juga mengandung pengertian bahwa barang atau
sesuatu tersebut adalah sesuatu yang menjijikkan sehingga orang yang
menyingkirkannya pun tidak mau bersentuhan dengannya (sehingga
menggunakan ranting, dahan, dan sebagainya). Jadi, makna dicuthat
bukan hanya disingkirkan tetapi juga dikipatake ’dilemparkan/dibuang
jauh-jauh’. Cacing dalam pandangan umum biasanya dianggap sebagai
binatang yang menjijikkan sehingga cara menyingkirkannya pun dengan
cara dicuthat.
Dicuthat kaya cacing
sebenarnya juga ingin menggambarkan tentang peristiwa atau kejadian
disingkirkannya seseorang dengan cara yang sia-sia atau menghinakan.
Hal demikian biasa terjadi di dalam masyarakat feodal. Misalnya raja
memecat abdinya yang dianggapnya bersalah dan kemudian membuangnya
jauh-jauh dari pusat kerajaan dengan penuh kehinaan. Bahkan
dipermalukan di sepanjang perjalanan.
a.sartono |