|
Bothekan
KAYA PANG KETIUP ING ANGIN
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti seperti dahan tertiup angin.
Dahan jika tertiup angina
akan bergeral sesuai dengan arah tiupan angin. Jika tertiup angin ke
arah utara dahan pun akan meliuk ke utara demikian pula sebaliknya.
Pendeknya, ia akan bergerak sesuai dengan arah tiupan angin yang
menerpanya. Jika dilihat pola pergerakannya semacam itu, maka pola
gerak dahan bisa dikatakan tidak tetap, berubah-ubah, tidak menentu.
Pepatah ini hanya ingin
menyatakan tentang perilaku seseorang yang selalu berubah-ubah. Pagi
hari dia begini, sore hari dia begitu. Orang yang selalu
berubah-ubah pikiran atau keputusannya diibaratkan seperti dahan
yang tertiup angin. Tidak jelas. Peragu. Umumnya orang yang demikian
itu tidak memiliki pedoman atau idealisme kuat di dalam dirinya. Ia
bergerak pada sisi-sisi yang selalu dianggapnya aman, nyaman, dan
menguntungkan dirinya saja. Terlepas apakah hal itu syah, legal,
formal, halal atau tidak. Hal yang dipentingkan adalah keselamatan
dan keuntungan diri pribadinya belaka.
a.sartono |