|
Bothekan
PECRUK TUNGGU BARA
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti pecruk menunggu bara. Pecruk
atau sering juga disebut pecuk mengacu pada pengertian jenis burung
sebangsa bangau yang bisa berenang di air dan makanan utamanya ikan
air tawar. Jenis burung ini memiliki leher leher relatif panjang dan
di bagian telapak kakinya terdapat selaput seperti kaki bebek dan
berfungsi untuk berenang. Sedangkan istilah bara mengacu pada
pengertian alat penangkap ikan tradisional.
Secara lebih luas pepatah
ini ingin menggambarkan tentang orang yang bersifat buruk (jahat)
yang dipasrahi/diberi kewenangan untuk menjaga barang-barang yang
menjadi kesukaannya. Sama halnya dengan burung pecruk yang ditugasi
untuk menunggui ikan yang telah tersedia di dalam bara. Dengan
demikian bisa ditebak hasilnya, yakni bahwa ikan atau barang yang
menjadi kesukaannya tentau akan diambil atau bahkan dihabiskannya
sendiri.
Contoh dari hal demikian
dapat diamati di dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa kasus
yang menggambarkan periahl itu. Misalnya orang mempercayakan uangnya
untuk disimpan dan dikembangkan di sebuah bank, tetapi uang tersebut
justru dibobol oleh karyawan bank itu sendiri. Ada juga contoh lain
misalnya ada orang yang biasa korupsi, manipulasi, dan sebagainya
suatu ketika diminta untuk menjadi pengawas atau kepala sebuah
proyek. Akhirnya orang tersebut justru menilep barang/uang yang
semestinya digunakan untuk menyelesaikan proyek.
a.sartono |