Bothekan

JANMA ANGKARA MATI MURKA

JANMA ANGKARA MATI MURKAPepatah Jawa di atas secara harfiah berarti manusia (berhati) angkara (akhirnya) mati (karena) murka (-nya sendiri).

Ada begitu banyak orang berwatak angkara (jahat-serakah-korup, dan sebagainya) yang akhirnya hidupnya berakhir karena angkara murkanya (nafsu jahatnya) sendiri. Pepatah tersebut di atas ingin menyatakan bahwa tindakan kejahatan pada gilirannya akan menjadi bumerang bagi diri orang yang berbuat jahat itu sendiri.

Umumnya orang yang berhati angkara (jahat) juga memiliki watak murka (serakah/mau menang sendiri dalam segala). Watak-watak itu jika terus dipelihara pada gilirannya akan menjadi senjata makan tuan. Entah itu disadari atau tidak, disengaja atau tidak, cepat atau lambat, saat ini atau besok, hukuman akan kejahatan itu akan datang juga. Demikian pepatah yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat Jawa ini.

a.sartono