|
Bothekan
OBAH NGAREP KOBET MBURI
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti bergerak/tergerak depan lega/leluasa
(sisa ruangan) belakang.
Pepatah ini mengandaikan
suatu gerakan atau aktivitas yang dilakukan oleh barisan. Jika
barisan di depan bergerak atau maju (dengan baik), maka barisan
bagian belakangnya akan dapat bergerak dengan leluasa. Akan tetapi
jika barisan bagian depan gerak atau majunya lamban, seret, atau
bahkan tidak bergerak, maka barisan bagian belakang akan terhambat
juga geraknya.
Kalimat dalam pepatah ini
ingin menunjukkan bahwa bagian depan sebuah barisan (pemimpin) harus
dapat bergerak/berpikir/beraktivitas dengan baik. Demikian juga
dalam bertindak, bertutur kata, atau berperilaku. Sebab pemimpin
adalah panutan, teladan, atau contoh bagi orang yang dipimpinnya.
Jika pemimpin tidak mampu memberikan contoh maka orang yang dipimpin
pun tidak akan mempunyai panutan. Jika tidak mempunyai panutan, maka
aktivitasnya pun akan tidak berketentuan.
Untuk itu menjadi pemimpin
bukan perkara mudah. Di dalamnya terkandung amanat untuk dapat
diteladani oleh orang yang dipimpinnya. Jika pemimpin korupsi,
jangan heran jika anak buahnya pun akan jadi pencuri atau pencoleng.
a.sartono |