Bothekan

KAYA TIMUN JINARA

KAYA TIMUN JINARAPepatah Jawa di atas secara harfiah berarti seperti ketimun/mentimun dibor (jara= bor, jinara= melakukan pekerjaan melubangi/mengebor) atau dilubangi.

Seperti diketahui buah ketimun adalah buah yang daging buahnya lunak. Demkian pula kulitnya mudah terluka karena tipis dan tidak keras. Buah ini mudah pecah, terluka, atau bahkan hancur oleh karena jatuh terbentur atau terbanting.

Melubangi atau mengebor ketimun tentu saja merupakan pekerjaan yang amat mudah karena sifat buahnya yang memang lunak. Mata bor yang tajam yang biasa digunakan untuk melubangi kayu, batu, atau logam tentu saja bukan tandingan bagi buah ketimun yang demikian lunak.

Pepatah kaya timun jinara ingin menyatakan pekerjaan yang amat mudah dijalankan atau dilaksanakan. Pekerjaan yang tidak mengandung kesulitan apa pun. Contoh demikian misalnya dapat dicontohkan bila ada anak SMA diminta untuk mengerjakan PR anak SD tentu pekerjaan tersebut amat mudah. Tanpa tantangan, tanpa hambatan, tidak ada kesulitan apa pun. Saking mudahnya maka diibaratkan seperti pekerjaan melubangi buah ketimun.

a.sartono