|
Bothekan
KATON KAYA CEMPAKA SAWAKUL
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti seperti (bunga) cempaka (sebesar)
bakul.
Bunga cempaka
atau bunga kantil (michelia champaka) umumnya hanya sebesar ibu jari.
Aromanya demikian wangi semerbak. Bunga campaka umumnya berwarna
putih, putih kekuningan, kuning, atau ada juga yang berwarna ungu (jarang).
Jenis bunga ini banyak digemari dan digunakan untuk berbagai
keperluan. Entah untuk keperluan pesta, ritual, dan sebagainya.
Pendeknya bunga ini banyak disukai di samping bunga melati dan mawar.
Jika ada bunga
cempaka sebesar bakul (tempat nasi), tentu saja kenampakannya akan
sangat menonjol sekali. Bunga cempaka sebesar itu tentu akan sangat
disukai dan menjadi rebutan dan curahan perhatian dari banyak orang.
Pepatah di atas
ingin menggambarkan kelebihan seseorang yang demikian menonjol dalam
segala sisi kebaikannya. Oleh karena menonjol sisi-sisi kebaikannya,
maka orang tersebut diibaratkan seperti bunga cempaka sebesar bakul
yang demikian menonjol di antara bunga-bunga cempaka biasa.
Pendeknya,
pepatah tersebut ingin menggambarkan orang yang sangat menonjol
dibandingkan orang lain karena sisi kebaikannya (kepandaian,
kebaikan hati/kesucian, kebagusan wajah dan fisik, dan sebagainya).
a. sartono |