Bothekan

UNDAKING PAWARTA SUDANING KIRIMAN

UNDAKING PAWARTA SUDANING KIRIMANPepatah Jawa di atas secara harfiah berarti bertambahnya berita berkurangnya kiriman.

Berita atau omongan yang dimaskudkan dalam pepatah Jawa di atas lebih mengacu kepada berita yang disampaikan dari mulut ke mulut. Pendeknya, berita yang disampaikan secara berantai. Omongan atau berita yang disampaikan dari mulut ke mulut (umumnya dalam wacana ngerumpi, nggosip, atau ngrasani) hampir selalu diberi bumbu atau diberi tambahan. Setidaknya diberi aksentuasi atau tekanan tertentu sehingga berita atau omongan yang disampaikan lebih terkesan dramatik dan mungkin, hiperbolis. Hal inilah yang dimaksudkan dengan undaking pawarta. Artinya, berita yang disampaikan cenderung diberi bumbu di sana-sini agar lebih memberikan kesan atau efek tertentu.

Hal tersebut di atas berbanding lurus dengan sudaning kiriman. Artinya, di mana ada berita atau omongan yang disampaikan dengan cara undhaking pawarta, di situ dapat dipastikan terjadi juga proses sudaning kiriman. Pendeknya, berita yang disampaikan secara berlebihan atau ditambah-tambahi sama dengan mengurangi kiriman berita berita itu sendiri.

Pepatah ini sebenarnya ingin menegaskan agar dalam pergaulan sehari-hari orang selalu berhati-hati. Jangan mudah menyampaikan kabar atau berita yang dia sendiri tidak melihat kenyataan atau bukti-buktinya secara konkret. Sungguh pun dia melihat buktinya, dia (orang tersebut) juga harus berhati-hati sebab apa yang diomongkan oleh mulutnya bisa saja tidak sesuai bukti konkret yang dia lihat (lebih-lebih yang tidak dia lihat) sendiri. Intinya, jangan mudah membicarakan orang lain yang nantinya menjadikan hal itu sebagai fitnah.

Undhaking pawarta sudaning kiriman juga dapat diartikan sebagai berita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

a.sartono