|
Bothekan
GAWE LUWANGAN KANGGO NGURUGI LUWANGAN
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti membuat lubang untuk menutupi
lubang.
Pekerjaan membuat lubang
untuk menutupi lubang sebenarnya dapat dipandang sebagai pekerjaan
yang sia-sia karena niatan untuk menutupi lubang dilakukan dengan
membuat lubang baru. Sekalipun tanah dari hasil penggalian lubang
baru dapat digunakan untuk menutupi lubang lama, namun hakikat
beradanya lubang tidak juga segera hilang atau tertutup secara
merata dan tuntas.
Pepatah tersebut sebenarnya
ditujukan untuk memberi gambaran akan perilaku orang yang mencari
hutangan untuk menutupi atau melunasi hutang lamanya. Dengan
demikian hutang lamanya terlunasi namun ia menjadi memiliki hutang
baru atau tanggungan yang baru.
a. sartono |