Bothekan

WEDI WIRANG WANI MATI

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti takut (memperoleh) malu/aib berani mati.

Pepatah ini ingin mengajarkan bahwa orang harus punya rasa takut mendapatkan malu/aib. Bahkan lebih baik mati daripada mendapatkan malu/aib. Hal demikian di zaman dulu banyak dijalani oleh masyarakat Jawa sehingga sekalipun kondisi masyarakatnya masih serba sederhana (kekurangan) namun angka kejahatannya relatif sedikit. Bahkan untuk melakukan tindakan mengemis atau meminta-minta pun masyarakat Jawa di masa lalu juga merasa malu karena tindakan mengemis dianggap sebagai pekerjaan hina. Pekerjaan yang merendahkan martabatnya sendiri. Lebih-lebih jika orang yang mengemis itu secara fisik maupun kejiwaan sehat dan kuat.

Jika orang memiliki rasa takut yang kuat terhadap aib bahkan berani mati untuk tidak berbuat aib, maka diidealisasikan bahwa masyarakatnya akan tenteram, aman, dan nyaman.

a. sartono