Bothekan

GOLEK-GOLEK KETEMU WONG LURU-LURU

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti mencari-cari ketemu (dengan) orang yang mencari-cari (juga). Golek-golek dan luru-luru memiliki arti yang kurang lebih sama, yakni mencari. Golek-golek mengacu pada pengertian mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi golek-golek juga bisa diartikan sebagai mencari-cari sesuatu untuk menimbulkan atau memanas-manaskan sesuatu (persoalan). Sedangkan luru-luru lebih menekankan pada makna mencari sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Pepatah di atas sebenarnya ingin menggambarkan perilaku orang yang mendatangi beberapa teman atau kenalan untuk golekgolek ’meminta/meminjam sesuatu (uang)’ untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi dalam aktivitasnya itu ia justru bertemu teman/kenalan yang luru-luru ’meminta/meminjam sesuatu (uang)’ juga. Akhirnya, dua orang yang sama-sama sedang ditekan kebutuhan hidup dan berusaha berhutang itu malah saling bertemu. Tentu saja kejadian yang demikian menyebabkan mereka gagal dalam berusaha mencari hutangan itu. Orang yang akan mencari hutangan malah ketemu orang yang akan mencari hutangan juga.

a. sartono