Bothekan

MILIH-MILIH TEBU OLEH BOLENG

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti memilih-milih tebu (malahan) mendapatkan yang boleng (rusak/berubang-lubang).

Pada masa lalu tebu bukan saja merupakan jenis tanaman yang penting dalam industri gula. Akan tetapi tebu juga menjadi salah satu makanan yang disukai anak-anak hingga orang dewasa karena kandungan airnya yang berasa manis. Umumnya tebu di masa lalu memiliki karakteristik berserat relative lunak (masih mudah dikunyah gigi manusia), kandungan air gulanya banyak, berdiameter relative besar, relative panjang, dan cukup mudah dikupas. Karakter tebu yang demikian ini menjadi kegemaran banyak orang. Jadi tidak aneh jika pada musim rembang (tebang tebu) banyak orang ikutan mencari tebu untuk dimakan (dihisap) airnya yang manis.

Umumnya orang-orang pun tahu akan karakteristik tebu yang “enak” dan manis. Untuk itulah sebelum memakan tebu mereka akan memilih-milih dulu di perkebunan tebu. Dalam memilih tebu tersebut kadang-kadang memang dapat menemukan tebu yang bagus (bermutu). Namun tidak jarang karena terlalu banyak memilih akhirnya malah mendapatkan tebu yang rusak (boleng atau berlubang-lubang karena dimakan hama).

Pepatah Jawa ini sebenarnya ingin menggambarkan perilaku orang yang karena suka memilih-milih atau terlalu pemilih dalam segala hal, maka akhirnya mendapatkan sesuatu yang berkualitas sangat buruk. Contohnya, oleh karena terlalu memilih dalam mencari jodoh seseorang malah bisa mendapatkan jodoh yang sebenarnya bukan yang diidealkannya.

a. sartono