|
Bothekan
GALUGA SINALUSUR SARI
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti kesumba (atau sebangsa gincu
yang merah) tersulam keindahan, keasrian, atau kecantikan.
Jika warna kesumba (merah-seperti
gincu) yang secara metaforis digunakan untuk mengacu pada makna baik,
bagus, cantik, atau indah kemudian disulami keindahan, kecantikan,
kebagusan, dan seterusnya, maka hal yang baik, cantik, atau bagus
itu akan bertambah-tambah lagi nilai kebagusan atau kecantikannya.
Galuga sinalusur sari
biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sudah
penampilannya bagus atau cantik, perilaku hidupnya juga baik, bagus,
berbudi pekerti mulia, atau arif bijaksana dan saleh pula. Maka
nilai orang tersebut seperti berkelimpahan dalam hal kebaikan baik
jasmani maupun rohaninya.
a. sartono |