|
Bothekan
DURUNG PECUS KESELAK BESUS
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti belum pandai (bisa) terburu rapi/beres/klimis/cantik/tampan.
Pecus sama dengan bisa
mengerjakan sesuatu (dengan baik atau beres). Sedangkan istilah
besus lebih mengarah pada pengertian rapi (dalam berhias, berdandan,
atau berbusana). Akan tetapi besus di sini juga dapat diartikan
sebagai beres, selesai, sempurna, atau rampung.
Contoh dari pepatah ini
misalnya dapat dilihat pada anak yang baru menginjak remaja (ABG).
Anak ABG biasanya sudah ingin menirukan gaya hidup orang-orang
dewasa. Entah dalam hal berpakaian, berdandan, berhias, bergaul,
cara dan apa yang dimakan, apa yang dimiliki, bahkan juga dalam hal
hubungan antarlawan jenis (pacaran). Jika hal ini tidak dikendalikan
dengan baik anak-anak ABG tersebut umumnya akan terjerumus ke
hal-hal yang kurang baik. Misalnya pergaulan bebas, memboroskan uang
kiriman atau pemberian orang tuanya, dan sebagainya. Hal demikian
diibaratkan dengan pepatah durung pecus (belum mandiri) sudah
terburu-buru untuk besus (kepingin yang tidak-tidak).
Contoh lain dapat dilihat
juga pada anak-anak yang baru duduk di bangku SD namun berlagak
merasa mampu mengerjakan soal-soal di bangku SMP. Contoh lain dari
hal itu pun dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
kita.
a. sartono |