|
Bothekan
YEN WEDI AJA WANI-WANI, YEN WANI AJA WEDI-WEDI
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti kalau takut jangan berani-berani,
kalau berani jangan takut-takut.
Pepatah ini mengajarkan agar
jika orang mempunyai rasa takut (terhadap) sesuatu hendaknya jangan
pernah (mencoba) untuk berani. Jika orang memiliki keberanian
hendaknya jangan merasa takut.
Pada intinya pepatah ini
mengajarkan agar orang tidak mengambil sikap ragu-ragu dalam
melaksanakan atau melakukan sesuatu pekerjaan. Jika memang tidak
yakin atau merasa tidak mampu menangani sesuatu hendaknya jangan
mencoba-coba merasa tahu dan berani. Tindakan coba-coba yang umumnya
disertai rasa keragu-raguan biasanya justru akan berakibat buruk
pada orang yang bersangkutan dan hasil kerjanya.
Jika orang memang mempunyai
rasa yakin (berani) mengerjakan pekerjaan tertentu hendaknya orang
yang bersangkutan juga tidak ragu-ragu atau takut. Perasaan takut
atau ragu-ragu dalam menangani sesuatu memang bisa berakibat buruk.
Secara keseluruhan pepatah
ini ingin menandaskan bahwa dalam menangani sesuatu hendaknya orang
tidak pernah ragu-ragu. Jika merasa tidak mampu hendaknya jangan
mengerjakan. Jika memang mampu harus yakin bahwa dirinya mampu
sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.
Hal seperti itu dapat
dicontohkan pada sikap prajurit. Jika prajurit maju ke medan perang
namun hatinya ragu-ragu atau ada perasaan takut, maka ia justru
tidak fokus untuk membinasakan musuh. Alih-alih berperang ia hanya
merasakan ketakutannya yang menyiksa. Hal ini justru bisa berakibat
fatal bagi dirinya dan pasukannya. Demikian pun prajurit yang telah
memiliki perasan yakin atau berani untuk maju perang hendaknya
jangan pernah ragu-ragu atau memiliki rasa takut lagi sebab jika ia
juga berlaku demikian bisa berakibat buruk bagi diri dan kesatuannya..
a. sartono |