|
Bothekan
KEBO ILANG TOMBOK KANDHANG
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti kerbau hilang (masih) tombok
kandang.
Pepatah ini inging
menggambarkan peristiwa kerugian/kehilangan besar yang dialami
seseorang. Untuk mengembalikan kerugian atau kehilangan itu orang
yang bersangkutan pun mengerahkan semua biaya yang dia miliki.
Alih-alih mendapatkan harta atau uangnya kembali, uang atau harta
yang digunakannya untuk mencari apa yang hilang itu pun ikut ludes.
Jadi, dapat dikatakan bahwa orang tersebut kehilangan harta miliknya
secara berturut-turut. Pertama, kehilangan tabungan atau simpanannya.
Kedua harta lain yang digunakan untuk mencari tabungan atau
simpanannya itu ikut ludes ketika digunakan untuk biaya mencari
harta yang pertama.
Hal seperti itu sering
terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Misalnya ada seseorang yang
kecurian harta benda di rumahnya. Untuk mendapatkannya kembali orang
tersebut lapor kesana kemari. Untuk melapor saja ia harus keluar
biaya. Demikian pula untuk proses pencariannya. Ketika proses
pencarian itu dilakukan, harta bendanya yang hilang tidak juga
ditemukan sementara itu ia telah mengeluarkan banyak harta benda
untuk proses pencarian itu.
a sartono |