Bothekan

NJAJAH DESA MILANG KORI

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti menjajah desa menghitung daun pintu.

Pepatah ini sebenarnya ingin menggambarkan tentang perilaku orang yang mengembara mencari sesuatu. Untuk mencari sesuatu itu orang tersebut terpaksa melakukan perjalanan jauh dan panjang serta berkali-kali bertanya kepada orang. Njajah desa menggambarkan tentang pengembaraan yang panjang dan jauh dari orang tersebut. Dalam pengembaraan itu ia terpaksa keluar masuk desa. Keluar masuk desa inilah yang dikatakan sebagai njajah desa.

Milang kori menggambarkan bahwa orang tersebut selalu mengetuk pintu rumah orang dan bertanya tentang sesuatu yang dicarinya. Milang kori di sini diartikan sebagai selalu mengetuk pintu, dari pintu rumah satu ke pintu rumah lainnya. Pengetukan pintu yang demikian itu digambarkan seperti menghitung jumlah daun pintu setiap rumah yang dilaluinya.

sartono