Bothekan

MROJOL SAKA SELA-SELANING GARU

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti lepas dari sela-sela (mata) garu. Seperti diketahui garu adalah alat pertanian yang berwujud seperti sisir dalam ukuran yang sangat besar. Untuk menggerakkan garu ini biasanya diperlukan tenega hewan (kerbau atau sapi), namun di zaman sekarang traktor bermata garu juga sudah ada dan digunakan.

Garu berfungsi untuk memecahkan, meratakan, dan mengait sisa rumput atau kotoran yang dipandang dapat mengganggu kesuburan dan gerak tumbuh benih yang akan ditabur pada areal persawahan. Garu ini biasanya digunakan untuk menggaru ketika lahan (sawah) selesai diluku (dibajak) kemudian diairi air hingga penuh. Pada kondisi tanah lunak karena air inilah garu kemudian dijalankan ke seluruh areal sawah.

Mrojol atau lepas dari mata garu dalam pepatah ini dimaksudkan sebagai orang yang lepas dari marabahaya. Selain itu mrojol saka selaning garu juga dimaksudkan sebagai orang yang paling menonjol, paling berprestasi di antara rekan-rekan seangkatan atau seperjuangannya.

a sartono