Bothekan

ORA ANA WONG NGALEM NDHAS SEPUR

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti tidak ada orang memuji kepala kereta api (lokomotif).

Pepatah ini secara luas sebenarnya ingin menunjukkan perilaku manusia yang tidak suka memuji orang lain (ndhas sepur) karena yang dipujinya pastilah ndhas ’kepala’-nya sendiri. Jadi meskipun ada ndhas sepur yang sangat bagus, orang tetap akan mengatakan, masih bagus kepalaku.

Semuanya itu menunjukkan bahwa pada intinya manusia itu kurang suka mengakui kelebihan orang lain. Manusia cenderung beranggapan bahwa hanya dirinya sajalah yang berdiri sebagai orang atau manusia yang baik, hebat, unggul, benar, terpilih, dan sebagainya.

a sartono