|
Bothekan
MATANG TUNA NUMBAK LUPUT
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti matang tidak kena menombak
meleset. Istilah matang berarti melakukan penusukan dengan watang.
Watang adalah semacam tumbak atau galah yang pada bagian pucuknya
diberi bulatan yang terbuat dari kain.
Watang ini pada masa lalu
digunakan untuk latihan watangan, yakni latihan ketangkasan berkuda
sambil bermain perang-perangan (perang tombak). Latihan ketangkasan
bermain watangan ini umumnya diselenggarakan di alun-alun negaragung
atau kuthagara. Penyelenggara umumnya raja, adipati, atau penguasa
setempat. Latihan watangan sangat berguna untuk melatih keterampilan
para prajurit sebelum mereka menghadapi perang tombak yang
sesungguhnya.
Secara luas pepatah ini
ingin menyatakan tentang orang yang dalam meraih atau
mencita-citakan sesuatu tidak pernah tercapai atau selalu gagal,
seperti layaknya orang yang matang meleset dan menombak pun tidak
pernah kena pada sasaran juga.
a sartono |