|
Bothekan
ATI BENGKONG OLEH ONCONG
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti hati bengkok mendapat oncong
(salah satu alat penjerat burung).
Oncong adalah alat penjerat
burung yang terbuat dari anyaman tali yang halus (kira-kira sebesar
benang jahit). Oncong umumnya dibuat seukuran burung yang akan
dijerat. Cara kerja oncong ini adalah dengan dipasangkan
(dimasukkan) ke dalam sarang burung. Oleh karena itu, diameter
oncong dibuat seukuran diameter sarang burung. Panjang oncong juga
seukuran kedalaman sarang burung.
Ketika burung masuk ke dalam
sarang yang telah dipasangi oncong, maka dengan sendirinya simpul di
bagian luar yang disangkutkan pada salah satu dahan pohon akan
menjerat/menutup lubang utama oncong. Dengan demikian burung pun
tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena telah terkunci di dalam
lilitan anyaman oncong.
Ati bengkong oleh oncong
sebenarnya ingin menyatakan tentang niat buruk seseorang yang
kemudian mendapatkan jalan atau pendukung. Ati bengkong sudah
menunjukkan bahwa hatinya tidak lurus (jujur/baik). Hati yang
membengkok kemudian oleh oncong sama dengan mendapatkan jalan. Jalan
terhadap ati bengkong tersebut adalah oncong, yakni jalan yang
sifatnya sama buruknya dengan hati yang bengkong tersebut karena
oncong pada arti harfiahnya adalah jalan jerat bagi burung.
Contoh dari pepatah ati
bengkong oleh oncong ini dapat disimak dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya ada orang berniat menipu orang lain kemudian teman di
sampingnya menyokong atau berjanji untuk melindungi/mendukung penipu
tersebut, itu sama artinya dengan ati bengkong oleh oncong. Contoh
lain misalnya ada koruptor berniat menggaruk uang milik sebuah
lembaga, ketika niat itu mekar di hatinya, tiba-tiba pemilik atau
penguasa dari lembaga itu mempercayakan proyek atau kekayaannya
kepada orang tersebut. Dengan serta merta terlaksanalah niat korupsi
dari orang itu.
sartono |