|
Bothekan
URIP MUNG MAMPIR NGOMBE
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti hidup hanya singgah (untuk)
minum.
Pepatah ini menyatakan bahwa
kehidupan manusia di dunia ini diibaratkan hanya singgah sebentar
untuk minum (menghilangkan) dahaga untuk kemudian melanjutkan
perjalanan lagi menuju alam yang abadi (alam terakhir). Jadi, hidup
di dunia ini hanya merupakan persinggahan sementara dari perjalanan
yang panjang menuju akhirat.
Oleh karenanya hidup di
dunia ini tidak perlu terlalu ngangsa atau ngaya dalam mengejar
segala sesuatunya. Semuanya bisa dilakukan dengan samadya atau tidak
berlebih-lebihan. Boleh saja manusia atau orang itu mampir ngombe.
Akan tetapi ngombe atau menikmati hal-hal duniawiah itu jangan
sampai kemaruk. Jangan sampai mabuk. Sifat kemaruk hingga mabuk
menyebabkan manusia lupa diri. Lupa diri ini menyebabkan orang
merasa bahwa hidup terakhirnya hanya di dunia sehingga apa pun yang
ada dan ditawarkan di dunia hendak disikatnya. Sifat demikian bisa
menyebabkan manusia lupa pada tujuan akhir dari hidupnya, yakni
kembali kepada Sang Khalik.
sartono |