Bothekan

SING UWIS YA UWIS

Pepatah atau peribahasa Jawa di atas secara harfiah berarti yang sudah ya sudah.

Pepatah ini ingin menyatakan bahwa semua peristiwa yang telah berlalu biarlah berlalu. Ajaran atau nilai dari pepatah ini adalah bahwa apa pun yang telah berlalu harap diikhlaskan atau dilupakan. Ajaran dari pepatah ini sebenarnya lebih mengacu kepada peristiwa atau perkara yang melibatkan satu atau lebih orang. Misalnya ada orang yang saling bermusuhan. Akan tetapi orang tersebut kemudian menyadari bahwa permusuhan di masa lalu itu tidak lagi penting atau perlu untuk terus dihadirkan di sepanjang waktu dalam sepanjang hidupnya. Orang tersebut kemudian melepaskan perkara atau perselisihannya itu. Artinya, orang yang bersangkutan memaafkan orang yang menyebabkannya marah atau jengkel. Orang tersebut menganggap hal yang telah berlalu tidak perlu lagi diingat. Lebih baik dilupakan, diikhlaskan karena akan melegakan hati dan pikirannya.

Kelegaan yang sama pun akhirnya akan dialami pula oleh orang yang selama ini telah menyebabkan dirinya marah. Peribahasa atau ungkapan ini menyarankan agar orang mudah memberikan maaf kepada orang lain untuk kemudian memulai sesuatu yang baru yang lebih produktif dan positif.

sartono