|
Bothekan
DESA MAWA CARA NEGARA MAWA TATA
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti desa memiliki cara negara
memiliki tata (aturan).
Pepatah ini secara lebih
luas ingin menyatakan bahwa setiap komunitas, setiap kelompok,
setiap desa, setiap negara memiliki tata cara, adat, kebiasaan, atau
aturannya sendiri-sendiri. Barangkali tata cara atau adat istiadat
di tempat A berbeda dengan adat atau aturan di tempat B.
Apa yang disiratkan dalam
peribahasa tersebut sesungguhnya mengandung pengertian bahwa
masyarakat Jawa menghargai perbedaan. Masyarakat Jawa mempercayai
bahwa ada begitu banyak adat atau kebiasaan di berbagai tempat.
Demikian pula dengan aturan di berbagai negara yang mungkin memang
berbeda dengan negara lain. Untuk itulah pepatah ini sebenarnya juga
menyarankan sebaiknya orang bisa menyesuaikan diri di mana pun
mereka berada.
sartono |