|
Bothekan
KUMENTHUS ORA PECUS
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti berlagak (tetapi) tidak bisa
(becus). Dalam bahasa Indonesia hal ini mungkin dapat disejajarkan
maknanya dengan tong kosong berbunyi nyaring.
Kumenthus dalam masyarakat
Jawa dapat juga diartikan sebagai banyak tingkah, jual lagak, sok
tahu, sombong, congkak, atau dalam dialek Betawi sering disebut
dengan istilah belagu. Sedangkan pecus diartikan sebagai mengerti,
bisa, pintar, terampil, tahu, paham, atau bahkan ahli.
Dalam banyak kasus orang
yang kumenthus biasanya memang tidak pecus. Untuk itulah masyarakat
Jawa lebih menghendaki perilaku yang biasa saja. Santun dan
bersahaja. Sikap kumenthus atau sok tahu, sok hebat, sok pinter
hanya akan jadi bahan tertawaan dalam pergaulan masyarakat Jawa.
a. sartono |