|
Bothekan
KAYA WEDHUS DIUMBAR ING PAKACANGAN
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti kambing/domba
dilepaskan/dibiarkan di ladang kacang.
Kambing atau domba adalah
hewan yang sangat menyukai tanaman kacang. Jika kambing atau domba
dilepaskan di ladang kacang tentu ia akan sangat senang karena
kambing atau domba tersebut dapat makan tanaman kacang yang menjadi
kesukaannya sepuas-puasnya. Sebagai binatang ia tidak ingat dan
tidak tahu akan jerih payah orang yang menanam, menyiangi, dan
memupuk tanaman kacang tersebut. Baginya yang penting adalah makan
atau mengambil tanaman kacang itu semaunya demi kepuasan dan
kesenangan dirinya sendiri.
Wedhus diumbar ing
pakacangan sebenarnya menggambarkan orang miskin atau berjiwa miskin
yang dipercaya menjaga barang atau sesuatu yang menjadi kesukaan
atau cita-citanya. Misalnya, orang yang tidak pernah makan nasi
karena memang tidak pernah mampu membeli nasi tiba-tiba disuruh
menjaga gudang beras. Otomatis dia akan akan tergoda untuk mengambil
entah sedikit atau banyak beras yang sesmestinya dijaganya itu untuk
dinikmatinya sendiri. Orang tersebut akan bertindak leluasa jika
yang empunya beras tidak tahu.
Sama halnya dengan orang
yang sejak kecil tidak pernah diberi peran atau memang tidak pernah
punya peran bahkan eksistensi apa pun dalam hidupnya, tiba-tiba
diberi kekuasaan atau jabatan. Orang tersebut mengalami euforia
kekuasaan dan jabatan. Begitu ia tahu bahwa jabatan atau kekuasaan
yang diembannya itu penuh proyek yang bisa menghasilkan uang, orang
yang bersangkutan lupa diri alias mabuk lalu main proyek sekaligus
main kuasa. Contoh lain dari pepatah wedhus diumbar ing pakacangan
ini dapat diamati sendiri di sekitar kehidupan kita sehari-hari.
sartono |