Bothekan

IDU DIDILAT MANEH

Papatah Jawa di atas secara harfiah berarti air ludah dijilat lagi. Dalam bahasa Indonesia mungkin hal itu sama dengan peribahasa yang berbunyi menjilat ludah sendiri.

Secara luas pepatah tersebut ingin menyatakan tentang perbuatan seseorang yang suka mengingkari apa yang telah diputuskan, atau dijanjikannya. Artinya, keputusan atau ketetapan yang telah dikeluarkannya dapat dengan mudah sewaktu-waktu dibatalkan, diubah-ubah, atau diurungkan lagi.

sartono