|
Bothekan
CUMBU LALER
Pepatah Jawa di atas secara
harfiah dapat diartikan (selalu) kembali ke rumah (seperti) lalat.
Lalat adalah binatang yang
selalu hinggap dan terbang ke sembarang tempat. Artinya, lalat tidak
memiliki sarang atau tempat yang menetap. Hampir setiap saat lalat
berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya. Pendeknya, ia
tidak mempunyai tempat tinggal atau alamat yang tetap atau pasti.
Cumbu laler artinya adalah selalu hinggap pada tempat yang berbeda
seperti lalat.
Pepatah tersebut di atas
sesungguhnya berarti paradoks. Cumbu berarti selalu kembali ke
tempat semula. Sedangkan lalat adalah binatang yang selalu berpindah
tempat hinggap. Sehingga cumbu laler dimaksudkan sebagai sindiran
bagi orang yang tidak pernah menetap di suatu tempat.
Peribahasa yang menampilkan
dua kata yang berlawanan namun mengandung satu maksud ini juga dapat
dilihat misalnya dalam anteng kitiran, landhep dhengkul, wangi telek
pitik, bagus kaya irus, dan seterusnya.
Pepatah seperti di atas
memang digunakan untuk menggambarkan orang yang tempat tinggalnya
selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
sartono |