|
Bothekan
BERAS WUTAH ARANG BALI MENYANG TAKERANE
Pepatah
Jawa di atas secara harfiah berarti beras tumpah jarang kembali pada
takarannya. Hal ini memang logis belaka sebab beras yang sudah
tumpah (di tanah) tidak mungkin terambil semua untuk dikembalikan
pada takaran semula atau wadahnya. Pasti akan ada yang tercecer atau
tertinggal meskipun hanya satu butir beras.
Pepatah ini secara luas
ingin menyatakan bahwa sesuatu yang sudah berubah biasanya akan
sulit dikembalikan lagi sesuai dengan kondisi, ukuran, letak, atau
suasana awalnya. Artinya, sesuatu yang telah berubah atau diubah
tidak mungkin bisa pulih kembali persis seperti sediakala.
sartono |