|
Bothekan
ENGGON WELUT DIEDOLI UDHET
Pepatah Jawa di atas secara
harfiah berarti tempat belut ditawari udhet (anak belut).
Secara logika sebuah tempat
atau pusat belut tentu tidak akan tertarik atau mau menerima udet.
Tempat belut tentu sudah jenuh dengan perbelutan, apalagi udet yang
ukurannya lebih kecil.
Pepatah ini secara lebih
luas ingin menyatakan tentang orang bodoh atau berpengetahuan lebih
sedikit justru pamer kepandaian di tempat atau sarang orang
pintar/pandai. Contoh untuk peristiwa ini misalnya ada anak murid
kelas I SD dengan pedenya berlagak mengajari gurunya tentang
berbagai pengetahuan atau pelajaran. Tentu saja hal ini justru akan
menjadi bahan tertawaan gurunya.
sartono |