Bothekan

KAYA BEBEK KARO MLIWIS

Peribahasa atau pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti seperti bebek dengan (burung) mliwis.

Kedua jenis unggas ini memiliki sifat-sifat yang hampir sama. Keduanya adalah jenis unggas yang terbiasa hidup di daerah berair. Bebek biasa berenang di air. Demikian pula burung mliwis. Bebek suka memakan makanan yang habitatnya berada di dalam air seperti keyong, udang, ikan-ikan kecil, dan sebagainya. Demikian juga halnya dengan mliwis. Keduanya ahli berenang, keduanya juga bisa terbang, keduanya bisa menyelam di dalam air. Pendeknya, keduanya ahli dalam urusan hidup di air.

Keahlian atau kepintaran keduanya seimbang. Jika digambarkan hal ini mirip dengan keahlian, ketampanan, keterampilan Prabu Basukarna dan Raden Arjuna. Bahkan keduanya sering dianggap kembar dalam segalanya. Mliwis dan bebek pun dianggap demikian oleh orang Jawa.

Jadi, pepatah itu ingin menggambarkan tentang dua orang yang bertanding atau adu pintar, atau adu kesaktian dan kekuatan keduanya seimbang. Keseimbangan keduanya itu diibaratkan seperti berlombanya mliwis dengan bebek dalam mencari makanan di air.

Perbantahan, perlombaan, pertandingan, perseteruan antara dua orang yang kekuatannya berimbang oleh orang Jawa diibaratkan seperti bebek dengan mliwis.

sartono