|
Bothekan
KAYA EMPRIT ABUNTUT BEDHUG
Pepatah Jawa di atas secara
harfiah berarti ibarat burung pipit berekor bedug.
Secara lebih luas pepatah
ini ingin menyatakan atau menggambarkan penderitaan atau beban hidup
yang sangat berat yang harus ditanggung seseorang. Penderitaan atau
beban yang berat dalam kerangka pepatah itu diakibatkan oleh karena
begitu banyak orang, baik itu anak atau saudara yang mesti
ditanggung keseluruhan biaya hidupnya oleh orang yang bersangkutan.
Burung pipit yang berekor
bedug tentu saja tidak akan pernah bisa terbang karena beban di
ekornya sangat tidak sepadan dengan kekuatannya. Demikian pula orang
yang kelebihan beban hidup. Ia hanya akan bisa merintih dan tidak
akan pernah bisa melangkah jauh atau hanya berkutat di seputaran
pemenuhan kebutuhan hidup yang terus harus disangganya dengan masa
akhir yang tidak pernah diketahuinya.
sartono |