|
Bothekan
KRIDHA LUMAHING ASTA
Pepatah Jawa di atas secara
harfiah berarti bekerja/berkativitas (hanya) berdasarkan
menelentangkan (telapak) tangan.
Secara luas pepatah ini
ingin menggambarkan perilaku orang yang hanya meminta-minta. Dia
tidak bekerja kecuali pekerjaan meminta-minta itu sendiri. Lumahing
asta berarti menadahkan tangan. Contoh ekstrem dari pepatah ini
adalah perilaku para pengemis. Banyak pengemis yang muda, sehat, dan
kuat tidak mau bekerja beneran kecuali meminta-minta. Padahal kalau
mereka mau bekerja beneran sesungguhnya juga bisa.
Dalam skala yang lain hal
ini dapat ditunjukkan dengan mengambil contoh orang yang makan gaji
buta. Orang demikian sesungguhnya berjiwa peminta-minta juga.
Artinya, dia tidak bekerja namun meminta upah.
Contoh lain adalah orang
yang suka merengek atau berkeluh kesah, menjual belas kasihan kepada
orang yang lebih kaya atau kepada pimpinan dengan suatu harapan
orang kaya atau pimpinan itu tersentuh rasa belas kasihannya dan
kemudian memberinya sesuatu.
sartono |