Ensiklopedi

Tarik Tambang-1
(Permainan Anak Tradisional-76)

Tarik TambangDolanan ini hampir pasti ada di setiap masyarakat lokal di wilayah nusantara, termasuk di masyarakat Jawa. Dinamakan tarik tambang, karena alat yang digunakan untuk bermain adalah tambang. Tambang sejenis tali besar, yang mudah digenggam tangan, dipakai untuk menambat perahu atau kapal. Kadang-kadang dipakai pula untuk keperluan lain, seperti membuat sumur, bahan bangunan, dan sebagainya. Biasanya tali tambang terbuat dari serat kayu (tumbuhan) yang dibuat lilitan. Namun dalam perkembangannya, terbuat dari plastik. Untuk permainan tarik tambang biasanya memakai tali tambang yang terbuat dari serat kayu (tumbuhan) alami, dengan diameter lebih dari 1,5 cm, dan panjang lebih dari 10 m. Tujuannya agar kuat, tidak mudah putus, dan tidak membuat sakit telapak tangan.

Tarik tambang adalah salah satu dolanan tradisional yang hingga sekarang masih tetap dimainkan, terutama dalam pertandingan tujuh belasan, kegiatan pramuka, atau peringatan penting lainnya. Jenis dolanan ini biasanya dimainkan secara berkelompok. Sangat jarang dimainkan individu. Setiap kelompok minimal 2 orang. Namun biasanya lebih dari 2 orang. Semakin banyak angggota satu kelompok semakin seru permainannya. Anak laki-laki lebih mendominasi dolanan ini daripada anak perempuan, karena dolanan ini lebih mengandalkan kekuatan otot. Selain itu juga mengandalkan kekompakan tim. Namun tidak jarang pula orang dewasa ikut dalam dolanan tarik tambang.

Sejak tahun 1980-an atau bahkan sebelumnya, dolanan ini sudah sering dimainkan oleh masyarakat. Hingga sekarang, terkadang masih dimainkan pada event-event tertentu. Pada umumnya dimainkan di tanah lapang yang masih berumput. Sangat jarang dimainkan di lantai berubin, karena sangat riskan dan mudah melukai peserta. Waktu ideal bermain pada sore hari. Namun jika hari libur, bisa dimainkan pagi hari. Hampir tidak pernah dimainkan pada malam hari, kecuali event khusus. Diperlukan setidaknya 2 tim untuk bertanding. Namun biasanya diikuti oleh lebih dari 5 tim. Tim-tim tersebut bisa antar RT, RW, antar kampung, antar instansi, dan sebagainya.

Untuk mencari kejuaraan 1 hingga 3, biasanya diikuti oleh lebih dari 5 tim agar lebih seru. Setiap tim sebaiknya minimal terdiri dari 5 orang. Harus disamakan pesertanya, putra semua, wanita semua, atau campuran. Sebisa mungkin setiap tim mencari anggota yang bertenaga dan mempunyai berat badan lebih. Sebab jika anggotanya kurus-kurus tentu akan mudah ditakhlukkan oleh lawan. Permainan ini juga termasuk olahraga karena membutuhkan gerak dan mengeluarkan keringat. Namun tidak perlu berlatih terlebih dahulu untuk mencapai kemenangan. Hanya kadang perlu kekompakan.

bersambung

Suwandi

Sumber: 33 Permainan Tradisional yang Mendidik, Dani Wardani, 2010, Yogyakarta: Cakrawala; Pengamatan dan Pengalaman Pribadi